TANWIR IMM 27 : Moralitas Kebangsaan dan Perbedaan sebagai Kekuatan




Merajut keragaman dan kebersamaan dalam tema Tanwir IMM ke-XXVII. Ketua umum DPD IMM Papua Barat, Irwan menyampaikan dalam persiapan yang begitu besar, sehingga pihak pihak yang menganggap nya tidak akan berhasil dalam menyelenggarakan perhelatan nasional ini di kota Sorong, Papua Barat.

Namun hal tersebut terbantahkan dimana dalam pembukaan acara yang begitu meriah ditunjukkan oleh giat kolektive kepanitian lokal dan pusat dengan mampu menghadirkan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Muhajir Efendi. MA.P

Tidak hanya Mentri Pendidikan, dimana Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat turut hadir menyokong penuh agenda tersebut.

Dominguez selaku Gubernur Papua Barat. Menyampaikan dalam sambutannya, mengajak kepada semua peserta Imm dan Muhammadiyah, mengukuhkan perbedaan menjadi kekuatan.

"Mari kita satu hati satu jiwa satu pikiran utk kemajuan bangsa" tegas Gubernur Dominguez.
Dominguez menambahkan beberapa hal, yaitu.
1. Berikan yg terbaik utk Indonesia dan Papua barat, bahwa Papua juga bisa untuk memimpin dan menyatukan untuk kemajuan bangsa.

2. Dengan tema yang luar biasa utk menelisik dan reflektif kondisi bangsa Indonesia. Melalui Papua barat agenda Tanwir ini mampu mendorong kemajuan tercapainya Indonesia berdaulat.

3. Melalui Imm bahwa gubernur Papua barat menyadari bahwa peran Muhammadiyah dengan amal usaha melalui pendidikannya turut serta sumbangsih besar dalam mencerdaskan anak anak bangsa. Pun juga amal usaha Muhammadiyah yang ada di Papua barat seperti yang ada di Sorong turut serta membangun Papua barat.

"Gubernur Papua Barat menyampaikan besar terimakasih kepada Imm secara khusus dan Muhammadiyah secara umum dalam Merajut keragaman dan bersumbangsih besar dalam kemajuan bangsa. Melalui alat amal usahanya yang bertebaran di seluruh Indonesia" pungkas gubernur Papua Barat dalam pesan nya.

DPP Imm melalui Ketua Umum Ali Mutohirin, Menyampaikan kenapa mengambil tema Merajut kebersamaan dan keragaman menuju Indonesia berdaulat, hal tersebut melihat realitas bahwa bangsa ini mulai menurunnya Moralitas bangsa dari sampai komoditas politik yang terjadi kekinian, dimana krisis ekonomi juga berdampak terhadap Moralitas sebagai sendi sendi kehidupan.
"Sehingga dalam agenda Tanwir ini menjadi ajang reflektif dan menjawab tantangan tersebut" ungkap Ali Mutohirin.

PP Muhammadiyah mengajak menelisik kembali melalui sejarah Deklarasi Imm di kota barat Surakarta, dimana dalam deklarasi awal lahirnya Imm menghasilkan rumusan utk mewujudkan kemajuan bangsa. Imm sebagai gerakan islma, Imm sebagai gerakan yang berkepribadian Muhammadiah, serta Imm Ilmu Amaliah dan amal ilmiah.

Sehingga PP Muhammadiyah berpesan melalui Kyai Marpuji Ali berpesan demikian "Benahi internal untuk membenahi eksternal, Mulai dari yg kecil untuk menjadi besar yang terakhir perkaderan Imm harus mampu menembus gerak zaman yang semakin krisis dimensional tidak boleh eksklusif.

Mendikbud dalam menutup acara pembukaan Tanwir sekaligus sebagai keynote speaker dalam sambutan nya, Menyinggung tema, dimana jika melihat realitas bahwa krisis dimensi sosial di negeri ini perlu kiranya Imm mampu membangun muzaik yang keragaman yang indah di negeri ini. Agar kemudian dirajut untuk menjadi sebuah kekuatan bangsa. Dan didukung dengan praktek yang membangun agar keragaman ini menjadi sebuah kemajuan dan Indonesia berdaulat.

"Miniatur keragaman tersebut mampu ditunjukkan oleh univ Muhamadiyah Sorong, dalam Merajut keragaman dengan adanya sekitar 30-50℅ masyarakat Sorong dengan etnisitas yang berbeda. Namun itulah Muhammadiyah mampu menunjukkan dengan keragaman dan perbedaan m enjadi sebuah kekuatan dan kemajuan" ungkap Kemendikbud Muhajir.

Melalui Muhammadiyah dan amal usaha yang dimilikinya dimana keragaman tersebut bisa mencetak banyak pemimpin, seperti salah satu contoh Bupati disalah satu kabupaten di Provinsi papua. Maka Imm sebagai eksponen penting di Muhammadiyah dengan keragaman yang majemuk mampu memajukan Muhammadiyah dan Bangsa Indonesia. Pungkas mantan rektor UMM Malang tersebut.

Sorong, Papua Barat, Sabtu, 13/1/17. BayQ

Tidak ada komentar