Kesempatan





Seseorang yang memiliki wawasan dan kemampuan yang lebih dibandingkan orang lain, kadang karena faktor kesempatan. Ia memiliki banyak kesempatan untuk mencicipi pengalaman hidup yang beragam, sehingga membentuk dirinya.

Sementara Lembaga Pendidikan, menawarkan banyak kesempatan. Mereka yang menempuh Pendidikan, bahkan sampai tingkat tertinggi, memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengeksplor kemampuan, memperoleh pengalaman, dan barangkali tawaran pekerjaan yang lebih luas.

Orang berpendidikan juga bisa leluasa memilih bekerja di bidang tertentu, karena memiliki keahlian dalam beberapa bidang sekaligus. Itulah yang membedakan dengan yang tidak berpendidikan. Orang yang tak berpendidikan, biasanya asal kerja apa saja, selama halal dan bisa dikerjakan. Tidak terlalu bisa memilih, karena tidak banyak keahlian yang ia kuasahi.

Pemilihan pekerjaan, bukan berarti selalu berkaitan dengan tingkat kemakmuran. Sangat mungkin lulusan SMP yang memilih sebagai pengusaha, memiliki aset yang lebih banyak dibanding jebolan s3 yang hanya memilih mengajar sebagai dosen.

Tapi pemilihan pekerjaan berkaitan dengan tingkat produktifitas dan kepuasaan bekerja, meski inti utamanya adalah soal kebahagiaan. Bekerja pada bidang yang kita minati, dan kita memiliki keahlian itu, tentu akan mendatangkan gairah tersendiri. Mungkin akan banyak tekanan dan tantangan, tapi ia melalui pekerjaannya dengan bahagia.

A.S Neill pernah berkata, ia lebih senang melihat penyapu jalan yang bahagia, ketimbang sarjana yang sakit jiwa. Artinya, tingkat kebahagiaan dalam pekerjaan yang ia geluti, merupakan hal penting dalam hidup. Karena tidak semua yang berpenghasilan tinggi merasakan kebahagiaan yang sepadan.

Bahagia, karena ia menghayati pekerjaannya dan ada nilai tertentu yang membuat dirinya merasa bermakna. Seorang guru merasa sangat bahagia, meski pendapatannya tidak lebih banyak dari karyawan perusahaan yang mungkin hanya lulusan SMA.

Orang mungkin berfikir, apalah artinya kuliah mahal-mahal, tapi gajinya tidak lebih tinggi dari lulusan SMA. Pandangan seperti itu mungkin tidak salah, tapi dengan kesempatan pendidikan yang di ambil oleh guru, ia bisa memilih jalan ke-guru-annya, sehingga ia sangat bahagia ketika menggeluti bidang tersebut, karena merupakan bidang yang ia inginkan.

Mungkin juga ada banyak orang yang mendapatkan kesempatan mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang sangat tinggi, namun tidak ia ambil karena ia menemukan pekerjaan yang lebih membahagiakan, meski bergaji lebih kecil.

Artinya, kesempatan-kesempatan dalam hidup memberikan kita pilihan, bidang apakah yang bisa mendatangkan kepuasaan, tidak saja dari segi materi tapi juga bathin. []

Blitar, 21 Mei 2017
A Fahrizal Aziz

Tidak ada komentar