Tokoh Alumni IMM, (bagian pertama)

TOKOH ALUMNI IMM

(bagian pertama)

Setiap organisasi kemahasiswaan pasti mempunyai alumni - alumni yang berhasil. para alumni tersebut menjadi semangat para kader organisasi untuk lebih giat lagi berjuang. tak terkecuali di IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah). Wadah untuk para alumni IMM adalah FOKAL IMM (Forum Komunikasi Alumni IMM), dari forum ini terjalin kembali sebuah ikatan yang dulu terjalin saat masih menjadi Mahasiswa. Dalam perspektif kebangsaan, eksistensi Fokal IMM sebagai bagian integral dari sumberdaya manusia yang dimiliki oleh bangsa tentu tidak akan bermakna jika tidak mampu berkontribusi dan mengambil peran dalam proses pengelolaan bangsa bahkan dalam mengambil berbagai kebijakan strategis yang menyangkut kepentingan umat dan bangsa dalam jangka panjang. Di era demokrasi dan keterbukaan saat ini kesempatan untuk berkontribusi dalam ranah kebangsaan sangat terbuka luas, tergantung bagaimana potensi jaringan alumni dapat membantu untuk mensukseskannya. Dalam perspektif global, orientasi terhadap diaspora luar negeri perlu dipertajam karena dunia saat ini sudah tanpa sekat.

Para Mahasiswa yang tergabung dalam barisan rapat IMM seyogyanya mengenal siapa saja senior seniornya. Akan tetapi sampai saat ini, jarang sekali para aktivis IMM yang mengenal siapa sesepuhnya, atau siapa tokoh dari alumni IMM. Penelitian atau bahkan pembuatan buku mengenai hal tersebut belum pernah dilakukan.


Data yang sedikit ini semoga bisa memberikan informasi tentang Siapa dan Siapa Tokoh yang berasal dari rahim IMM.

 Drs. Djasman Al Kindi


     Beliau adalah pencetus ide pembentukan IMM. Pak Djasman lahir di Yogyakarta 6 September 1938. Riwayat pendidikannya dimulai dari SR Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah, SMA Muhammadiyah. Gelar sarjana sastra dan kebudayaan serta sarjana geografi di raih pada tahun 1965 di UGM. Selanjutnya    mengikuti Management Courses pada University Of Malaya-Kuala lumpur, dan Non Degre Program pada Institute Of Islamic Studies McGIll University, Motreal-Kanada.


Djazman Al-Kindi, sang pencetus ide pembentukan IMM



Aktivitas di Muhammadiyah, beliau pernah menjadi ketua umum DPP IMM, Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Sekretaris Muhammadiyah serta pada tahun 1979 Ia menjadi rektor IKIP Muhammadiyah Surakarta. Pak Djasman juga memprakarsai berdirinya UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta). Pada tanggal 27 September 1989, berdasarkan SK Presiden RI, Beliau di angkat menjadi anggota BPPN (Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional).


 Drs. KH. Rosyad Sholeh.

Pria kelahiran Bojonegoro, 27 Juli 1940 ini adalah salah satu Pendiri IMM. Bahkan kediamannya di gunakan sebagai kantor IMM dan dinamainya "Rumah IMM".  Riwayat pendidikannya di awali Madrasatul Ulum dan Pendidikan Guru Agama Negeri Bojonegoro, kemudian melanjutkan studi ke Pendidikan Hakim Islam Negeri - Yogyakarta.


Rosyad Sholeh


Pak Rosyad, aktif di Muhammadiyah sejak muda, mulai dari Pemuda Muhammadiyah, IMM dan Mihammadiyah sebagai Sekretaris II PP Muhammadiyah tahun 1985-1990. Pada tahun 1994-2004, beliau menjadi anggota MPR-RI mewakili utusan Golongan Muhammadiyah


  Dr. dr. H. Sudibyo Markus

Beliau adalah salah seorang pendiri IMM pada tahun 1964 dan menjadi anggota DPP IMM hingga tahun 1973. Ia lahir pada tanggal 24 Oktober 1941 di Pare-Kediri. Pak Dibyo menempuh pendidikan dokter di FK UGM, gelar Master Of Business Administration diperoleh dari STIE Jakarta dan Hogeschool Van Utrecht - Belanda.



dr. Sudibyo Markus, IMM Generasi awal

Sudibyo Markus banyak terlibat dalam kegiatan sosial, kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Pada tahun 2005, memperoleh penghargaan " Circle Of Courage Award" dari Father Chris Riley's Youth Off The Street - Australia. Pada tahun 2009, dokter kelahiran Pare ini mewakili Muhammadiyah menjadi anggota tim dari Internasional Contract Grup yang memfasilitasi perundingan antara The Moro Islamic Liberation Front (MILF) dengan pemerintah Filipina.


Prof. Dr. Yahya A. Muhaimin, MA

Yahya A. Muhaimin

Beliau ini adalah anggota IMM generasi pertama. Lahir di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, 17 Mei 1943, Ia Menteri Pendidikan Nasional pada Kabinet Persatuan Nasional. Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1971 dari Universitas Gadjah Mada dan gelar doktor dari Massachusetts Institute of Technology pada tahun 1982. Sebelum diangkat menjadi menteri, Beliau juga dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM.Biografi hidupnya ditulis dalam sebuah buku dengan judul " Tiga Kota Satu Pengabdian: Jejak Perjalanan Yahya A. Muhaimin" buku ini mengajak pembaca untuk memahami tiga dimensi kehidupan Yahya A. Muhaimin: perjalanan akademik, kehidupan sosial politik, dan atmosfer humanitasnya.

 Dr. Ir. H. Marzuki Usman, MA

Marzuki Usman lahir di Mersam, Jambi pada tanggal 30 Desember 1943. Ia memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi jurusan Keuangan dan Perbankan, Universitas Gajah Mada pada tahun 1969. Gelar Master of Arts in Economics, diperolehnya dari Duke University, Durham, North Carolina, USA pada tahun 1975.Pada tahun 1993 Ia menjabat sebagai Ketua Delegasi Indonesia di WTO untuk sektor jasa-jasa, di Genewa, Switzerland.Ia menjabat sebagai Sekretaris Menteri Negara Pendayagunaan BUMN pada tahun 1998

Marzuki Usman

Kemudian dimasa pemerintahan Presiden Habibie Ia menjabat sebagai Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya R.I pada tahun 1998 - 1999, dan pada tahun1999 Ia diangkat pula sebagai Menteri Negara Investasi/Kepala BKPM. Disamping itu Ia pernah juga menjabat sebagai Menteri Perhubungan ad interim, dan pernah pula sebagai Menteri Kehakiman ad interim

Dimasa pemerintahan Presiden KH. Abdurrahman Wahid Ia menjabat sebagai Menteri Kehutanan R.I, dari bulan Maret sampai dengan bulan Agustus tahun 2001. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPW PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) DKI Jakarta, Januari 2002 sampai dengan April 2005.
Beliau termasuk dalam generasi pertama IMM, waktu itu menjabat sebagai wakil ketua DPP IMM. dan di Muhammadiyah beliau di percaya sebagai anggota majelis ekonomi PP Muhammadiyah pada tahun 1999.

6.  KH. Sutrisno Muhdam, MM

Beliau lahir di Klaten 14 Oktober 1938. Riwayat pendidikannya di mulai dari sekolah rakyat di daerah kelahirannya, kemudian Ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan guru agama pertama (PGAP) di Yogyakarta. Gelar Magister Managemen (MM) diraih dari STIE IPWI Jakarta lada tahun 1996.




Sutrisno Muhdam

Pak Sutrisno juga salah seorang yang membidani kelahiran IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah). Ia juga aktif di Pemuda Muhammadiyah, pernah di Pemuda Muhammadiyah sebagai Sekjend PP Pemuda Muhammadiyah selama 2 periode dan puncak karir di Pemuda Muhammadiyah sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah selama 2 periode juga (periode 1975 - 1980 dan periode 1980-1985). Di persyarikatan Muhammadiyah beliau sebagai wakil ketua PP Muhammadiyah, ketua yayasan Rumah sakit Islam Jakarta milik Muhammadiyah serta Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Badan Pelaksana Harian UHAMKA. 

bersambung ....

_____________________

Pencari data : Khabib M. Ajiwidodo




Tidak ada komentar