Menulis IMM, (bagian pertama)

Menulis IMM
(buku-buku  populer di kalangan aktivis IMM)
Bagian Pertama

Hal yang paling mendasar dari organisasi Gerakan Mahasiswa adalah budaya keilmuan. Pembangunan atau sarana penggemblengan keilmuan berada disini. Tak terkecuali di IMM (Ikatan Mahasiswa Miuhammadiyah), di IMM sendiri ada banyak tempat gemblengan keilmuan yang dibentuk oleh aktis IMM itu sendiri serta padepokan – padepokan yang dibentuk oleh para alumni IMM atau simpatisan IMM. Ada banyak wahana penggemblengan serta aktivitas intelektual di IMM, sebut saja ReSisT (malang), MIM Indigenous School (Yogyakarta), Kauman Institute (Yogyakarta), Nyi Walidah Institute (Yogyakarta), Rumah Inspirasi (Malang), Baret Merah (Sukoharjo), Paguyuban Srengenge (Blitar), Laboratorium perkaderan (Ciputat), KOPI Institute(Pare-Pare), The paradigma School (Sulawesi selatan dan Sulawesi Barat), Omah Boekoe (Gresik)

Setiap Wahana inteletual tersebut mempunyai kekhasan masing-masing, akan tetapi ada satu yang semua dilakukan oleh komunitas intelekktual tersebut yaitu berupa Pelatihan, diskusi dan penelitian/ pengamatan , baik itu penelitian yang bersifat Lokal ataupun Global.  Dari penelitian dan pengamatan tersebut dituangkan dalam bentuk buku atau karya tulis yang sebagiannya sudah berhasil dipublikasikan ke khalayak luas. Saat ini ada beberapa buku karya aktivis IMM sendiri yang sangat populer di kalangan aktivis IMM.

KELAHIRAN YANG DIPERSOALKAN
Seperempat Abad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Buku karya Farid Fatoni, AF Ini membahas mengenai sejarah kelahiran IMM yang bebarengan dengan ketegangan isu pembubaran HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), sehingga kelahiran IMM dipandang sebagai wadah untuk menampung kader Muhammadiyah yang aktif di HMI. Akan tetapi, karena HMI tidak jadi dibubarkan, maka kelahiran IMM menjadi hal yang dipersoalkan. Perdebatan akah hal tersebut sampai saat ini masih saja berlangsung.


cover buku kelahiran yang dipersoalkan


Hal yang paling mendasar dari buku ini adalah bahwa kelahiran IMM lebih menjadi kebutuhan Muhammadiyah yang tak terbantahkan yang mana saat ini perkembangan perguruan Tinggi Muhammadiyah sudah lumayan  banyak, sehingga Muhammadiyah membutuhkan sosok kader cendekiawan yang lahir dari rahim asli Muhammadiyah yang mampu menjadi pelopor, penggerak, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah. Beberapa tahun sebelumnya ada buku Almaisar Seperempat abad Ikatan mahasiswa Muhammadiyah 1964 – 1989, yang juga membahas tentang kelahiran IMM yang disebabkan oleh dua factor (intern dan esktern) yang erat kaitannya dengan dengan kondisi umat Islam, Bangsa, Muhammadiyah dan Organisasi Mahasiswa.


MELACAK SEJARAH KELAHIRAN IMM DAN PERKEMBANGAN IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH

Buku ini di tulis oleh Noor Chozim Agham, kajian buku ini nyaris sama dengan buku yang ditulis Farid fatoni, AF yaitu sama- sama membahas kelahiran IMM atau melihat IMM dari sisi Historis, sehingga kurang mendalam untuk memberikan pandangan jangka panjang.


cover buku melacak sejarah IMM


Buku karya Noor chozim Agham ini juga membahas mengenai perkembangan IMM dan periodesasi Muktamar IMM pertama sampai kelima.


TRI KOMPETENSI DASAR
Peneguhan Jati Diri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Buku ini membahas mengenai mengenai pentingnya pemahaman ideology IMM. Buku ini terbagi atas lima bagian yakni potret sejarah dan signifikansi IMM  gerakan intelektual yang mencerahkan, IMM nalar religious dan inspirasi perubahan dan inteletualisme gerakan kemanusiaan. Buku ini adalah bacaan wajib setiap kader IMM, sehingga setiap kader Ikatan mempunyai wacana keilmuan serta terbangunnya gagasan baru dalam dunia Gerakan Mahasiswa.


salah satu slide materi Darul Arqom Dasar IMM


Buku ini ditulis oleh beberapa kader IMM kado Milad IMM ke 43 tahun. Walaupun buku ini di tulis oleh banyak contributor dan setiap contributor mempunyai corak penulisan yang berbeda dan metodologi yang dipakai juga tidak sama, namun buku ini tetap menjadi buku pegangan untuk mengenalkan jati diri serta paradigm IMM ke seluruh kader Ikatan. (bersambung ....)


____________________________________________
____________________________________________


diresensi oleh Khabib M. Ajiwidodo
(Pendiri IMM Blitar, Pimpinan Redaksi Srengenge Online) 










Tidak ada komentar