Bung Karno, Al Qur’an dan Hukuman Mati






Tanggal 19 Desember 1948 sesaat Belanda menyerang Yogyakarta, Soekarno ditangkap dan dibawa ke Medan menggunakan kapan udara B-25. Dari Medan kemudian dibawa ke Brastagi. Selama tiga hari berada di rumah pengasingannya, Soekarno mendapatkan kabar bahwa keesokan harinya akan ditembak mati.

Kabar itu Soekarno dapat dari dua juru masak yang kebetulan pribumi. Mendengar itu, Soekarno mengambil air wudhu dan lantas membaca Al Qur’an untuk menenangkan diri. Ketika membaca Al Qur’an, Soekarno mendapati satu ayat yang bunyinya begini : Kenapa engkau percaya kepada manusia. Akulah yang maha mengetahui. (tidak dijelaskan surat apa dan ayat berapa)

Membaca itu bathin Soekarno semakin teguh. Dia percaya bahwa hanya Tuhan yang lebih tahu kematiannya, meskipun keesokan harinya pihak Belanda sudah berencana menembaknya mati. Soekarno sepenuhnya menyakini isi dalam Al Qur’an tersebut.

Ternyata keesokan harinya eksekusi Soekarno dibatalkan. Cerita ini terdapat dalam buku berjudul “Soekarno Mentjari dan Menemukan Tuhan” karya H.A. Notosoetardjo halaman 184-186 dimana diambil dari pidato Soekarno sendiri. (*)

Tidak ada komentar